Kamis, 17 Maret 2011

ASUS GTS 450 vs. GT 240 Dedicated PhysX

Penasaran bagaimana Fermi GF110 masih membutuhkan dedicated PhysX atau tidak sih? Plese note, mungkin hasil test akan lain apabila dedicated PhysX card ini digunakan untuk teman GT200 atau G92, but mari kita coba dijadikan teman GTX500 sebatas referensi dan guidline saja.

GPU PhysX Co-Op Explained
Beberapa game saja hitungan jari menggunakan fitur PhysX yang diolah GPU Nvidia acap kali membutuhkan processing fisika yang lebih rumit. Dulu jaman GT200 game seperti Batman sangatlah berat dan mengharuskan dedicated PhysX VGA tersendiri untuk dijadikan Co-Op (baca: menemani). Well, welcome to yesterday! Wa akan coba menandemkan GTS450 dan GT240 ini sebagai teman GTX570.

Installation

Lampu hijau buat ente kalau motherboard memiliki 2 slot PCI-E untuk VGA (atau lebih), tinggal tancapkan VGA terjangkau ini di slot secondary, sebagai teman VGA utama di slot primary. Kabel DVI sebaiknya dicolok pada VGA utama. Dengan ini dimaksudkan VGA utama merender 3D, dan VGA kedua merender GPU PhysX. Biarkan driver memanage kedua VGA tersebut, cukup praktis.

Testing Methodology
CPU: Intel Q9550 3.6GHz
RAM: 2×2GB DDR2 1130MHz 5-5-5-15

VGA utama menggunakan EVGA GTX 570 Superclocked 797/975 yang sedikit ane overclock ke core 840MHz dan memory 1040MHz tanpa menaikkan voltase GPU, di stock 0.987V saja untuk headroom performance yang lebih mantab.

Game dengan GPU PhysX yang ditest: Batman AA, Mafia 2 dan Metro 2033 dengan setting grafik maksimal pada resolusi 1920×1080.

Batman AA GFX Setup

Mafia 2 GFX Setup

Performance

Pada Batman AA, super, dedicated PhysX helps lumayan, GT240 dengan harga amat terjangkau bisa dijadikan acuan gaya. Inilah dedicated PhysX mantab untuk real game ala Batman dengan penggunaan PhysX so far the best. But performa GTX570 alone cukup memukau juga sebenarnya, lebih cepat dari GTX470 + GTS250 yang dulu pernah ane test.

Something has went wrong di Mafia 2 dengan dedicated PhysX GT240. Bench sudah ane ulang 3x dan hasilnya tiada berbeda, GTS450 sebagai dedicated PhysX cukup membantu. Indikasi ini game memang sebenarnya masih memanfaatkan cloth simulation dengan solving pada processor/CPU, dan hanya debris, partikel serta destructible oject yang diproses GPU. Anomali ada pada CPU Q9550ku yg bottleneck di Mafia 2.

Conclusion
Lebih merekomendasikan GT240 yang hemat daya untuk sekedar dedicated PhysX, walau ada anomali di Mafia 2 yang ternyata TIDAK ramah dengan dedicated PhysX, atau kondisi Mafia 2 lebih menuntut task processing dari processor/CPU karena cloth simulation PhysX tak diload GPU.

GTS450 sebagai dedicated PhysX sepertinya sudah lebih dari cukup untuk teman GTX400 dan GTX200. Tapi, tidak begitu berarti dijadikan teman GTX500, KECUALI di game PhysX indah ala Batman

DiRT 3, Makin Ngebut Makin Kotor

dirt3-3

Codemasters berencana untuk merilis DiRT 3 pada bulan Mei mendatang. Sebagai game balap terkini, sudah pasti banyak perubahan yang dibawanya. Berikut adalah secuil detail tentang game tersebut.

DiRT 3 diyakini bakal mengalami peningkatan dari seri sebelumnya, DiRT 2. Di antaranya, jumlah trek yang lebih luas (hingga 3 kali lipat), cuaca yang kian beragam (termasuk salju), 50 mobil rally berlisensi, dan area Gymkhana yang belum pernah dihadirkan sebelumnya.

Selain itu DiRT 3 bisa dimainkan multiplayer melalui Local Area Network (LAN), tidak seperti seri sebelumnya yang hanya bisa dimainkan melalui internet.

Grafis yang diusung DiRT 3 tidak main-main. Codemasters menggunakan engine yang sama dengan F1 2011 dan Operation Flashpoint: Red River, jadi tidak hanya memiliki detail yang tinggi, namun juga kualitas pencahanyaan yang kian mendekati kenyataan.

dirt3-1

Sebagai game yang memadukan gaya arcade dengan simulasi, DiRT 3 terbilang memiliki sistem kendali yang baik. Responsif, sehingga mobil mudah sekali diajak bermanuver di tengah trek yang penuh bebatuan atau jalan aspal berliku.

Hal lain yang ditingkatkan dari game ini adalah efek kehancuran mobil. Ya, berkat engine yang diusung, DiRT 3 diklaim mampu menampilkan kerusakan dengan detail. Sajian grafisnya pun diperkirakan bakal lebih baik tampil di PC ketimbang di konsol, mengingat game ini telah mendukung directX 11 sepenuhnya.

Co-driver dalam game ini pun makin ditingkatkan presisi navigasinya. Misal, ketika rekan kita tersebut mengarahkan pemain untuk mengambil tikungan, Codemasters membuat perhitunganya begitu presisi sehingga pemain tahu kapan ia harus berbelok.

Kondisi cuaca dalam game ini pun dibuat sedemikian rupa agar pemain merasakan sensasi rally yang sesungguhnya. Mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga badai salju bakal bisa dirasakan pemain dalam DiRT 3.

dirt3-2

Fitur lainnya adalah Gymkhana Mode. Demi menciptakan modus ini, Codemasters bekerjasama dengan pembalap rally ternama, Ken Block. Pria asal Amerika Serikat ini terkenal sangat piawai mengemudikan mobilnya dengan berbagai gaya drifting yang menakjubkan.

Dalam DiRT 3, pemain berkesempatan merasakan hal yang sama dengan adegan tersebut. Gamer bakal memiliki tempat latihan pribadi yang mirip dengan milik Block untuk mengasah kemampuan mengemudinya.

Melihat fitur baru yang ditawarkan, sepertinya game ini bakal lebih menarik dari dua seri sebelumnya. Hhmm.. semakin tidak sabar menunggu kehadirannya di bulan Mei mendatang.

Siap Pacu Andrenalin dengan Dead Space 2

ds-2

Dead Space 2, hadir sebagai penerus seri terdahulu sebagai salah satu game horor paling menakutkan. Kini, game tersebut hadir dengan segudang perubahan yang makin menyeramkan.

Seperti varian monster yang bertambah banyak. Tidak hanya itu, di Dead Space 2 gamer juga akan menjumpai sosok misterius dari mantan kekasihnya yang telah tewas, Nicole Brennan. Dijamin, game ini semakin menakutkan sekaligus mendebarkan.

Alur Cerita

Sekadar kilas balik. Dalam seri pertama Dead Space gamer berperan sebagai Isaac Clarke dalam misi penyelamatan pada awak pesawat Ishimura yang hilang. Namun yang terjadi berikutnya justru membawa pemain terjebak dalam pesawat yang penuh dengan mahluk asing yang ganas.

Seolah tak cukup puas dengan seri terdahulu, dalam Dead Space 2 Visceral Games mengembangkan game ini mati-matian dengan menghadirkan alur cerita menarik, tata suara yang mengumkan, serta kualitas grafis yang patut diacungkan jempol.

Dalam game ini Isaac terjebak dalam rumah sakit dalam kondisi hilang ingatan, ia kemudian dibebaskan oleh seseorang yang berpura-pura baik namun malah memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi. Nah, perjalanan Isaac dari rumah sakit inilah yang mengawali serunya bermain Dead Space 2.

Demi menyelamatkan dirinya dari kepungan manusia yang terinfeksi Necromorphs, Isaac harus berlari tanpa dibekali senjata apa pun. Hanya berlari dan berlari hingga menemui ruang kosong yang memisahkan pemain dengan para mahluk ganas tersebut.

ds-3

Setelah beberapa saat bermain barulah gamer memiliki senjata serta amunisi yang memadai. Lock and load..

Semakin Menegangkan

Dead Space 2 bisa dikatakan sebagai salah satu game paling menegangkan yang pernah dimainkan detikINET. Terlebih lagi jika kalian menggunakan sistem suara yang memadai, semisal speaker surround dan kartu suara yang berkualitas.

Kualitas suara game ini begitu mengagumkan. Gamer bisa mendengar langkah berat Isaac, atau pun suara raungan para monster yang menggema. Hal inilah yang membuat Dead Space 2 begitu menakutkan, beberapa adegan bahkan bisa sangat mengejutkan pemain.

Suasana horor yang mencekam pun mewarnai seluruh perjalan pemain. Mulai dari potongan tubuh manusia yang tercabik, ceceran darah, bahkan tangis bayi pun ada dalam game ini. Nah, hal tersebut masih diperparah dengan penampakan sosok misteius mantan kekasih Isaac.

nicole_hallucination1

Nicole Brennan, wanita tersebut, muncul secara tiba-tiba dalam adegan tertentu. Terkadang ia terlihat ingin menyerang Isaac, dan beberapa kali juga hanya mengatakan sesuatu dengan nada suara yang menakutkan.

Varian monster dalam game ini pun makin diperkaya dengan berbagai keunikan tersendiri. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa pemain akan mendengar tangis bayi di sepanjang permainan. Nah, memang betul ada bayi monster dan anak-anak yang berkeliaran dalam game ini.

Menaklukan monster dengan peluru pun tak melulu menjadi jalan terbaik dalam game ini, pasalnya setiap senjata memilik amunisi yang cukup terbatas. Lantas bagaimana untuk terlepas dari serangan para monster ganas tersebut?

Selain melee attack, pemain juga bisa menggunakan statis yang mampu ‘memainkan’ objek tertentu. Jadi kalau ingin menghemat peluru, gunakanlah kedua modus di atas pada waktu yang tepat.

Upgrade dari Dead Space

ds-4

Game ini memang merupakan versi upgrade dari Dead Space. Selain bertambahnya varian monster, lokasi permainan pun tak melulu berada di ruang pesawat luar angkasa. Di dalamnya terdapat berbagai rungan yang bisa dijelajahi seperti klinik, sekolah, gereja hingga tempat berbelanja. Otomatis, suara seram pun semakin mencekam.

Selain itu ada beberapa senjata baru yang belum ada di seri sebelumnya, yakni Detonator dan Sniper Rifle. Tapi yang lebih menarik adalah, kini pemain bisa meng-upgrade kemampuan senjatanya agar memilki kemampuan yang lebih baik.

Ouw ya, dalam game ini juga ada toko untuk membeli berbagai kelengkapan baik item itu yang sudah ada di dalam game, atau bisa juga membeli peralatan tambahan yang ada di situs resminya. Cukup menarik bukan?

ds-6

Artificial intelligence (AI) dalam game ini pun cukup cerdas, tak peduli di level mana gamer bermain, serangan setiap monster begitu menakutkan dan bisa menerkam dari berbagai arah.

Di level tertentu gamer juga akan menjumpai monster paling kuat di kelasnya, atau yang biasa dikenal sebagai bos battle. Tiap monster dalam level tersebut berbeda, dan untuk menakluknnya gamer harus bisa menyerang pada titik tertentu yang menjadi kelemahannya.

Secara keseluruhan Dead Space 2 memang memiliki sistem permainan yang amat menarik. Game ini bisa memacu adrenalin para pemainnya, sekaligus menebar rasa takut yang belum ada pada game sejenis.

Memainkan game ini bakal lebih afdol menggunakan sistem yang memadai, entah itu dari kartu grafis atau pun tatanan suara yang baik. Jadi, siap pacu adrenalin Anda dengan Dead Space 2?

ds-5

corei72600k-1

Ada hal yang cukup istimewa dalam proseor Intel Core i7-2600K. Meski digeber pada kecepatan tinggi, tidak ada gejala panas berlebih pada produk ini.

Core i7-2600K, atau yang biasa dikenal sebagai salah satu keluarga Sandy Bridge, merupakan generasi kedua dari jajaran prosesor Intel Core i yang menduduki posisi tertinggi. Meski demikian produk ini dibanderol pada harga yang cukup masuk akal, yakni di kisaran USD 300.

Melihat dari spesifikasi yang diusungnya, produk ini jelas membawa segudang pembaharuan, Misalnya, terintergrasi dengan Graphic Processing Unit yang konon bisa meningkatkan kinerja sistem. Baik ketika melakukan transcoding video, atau sekadar menyaksikan sajian High Definition.

Selain itu ada fitur lain bertajuk Intel Quick Sync Video yang bisa memang dirancang untuk meningkatkan kualitas rendering prosesor ini. Hanya saja, fitur tersebut tidak aktif ketika pengguna memakai kartui grafis tambahan AMD Radeon atau Nvidia GeForce.

cpuz

Secara default Intel Core i7-2600K berlari cukup kencang, yakni 3,4GHZ dan dapat meningkat otomatis hingga 3,8Ghz. Pun demikian jika merasa belum cukup, produk ini bisa di-overclock dengan mudah. Hanya bermodal cooling bawaan, prosesor ini bisa menyentuh kecepatan 4Ghz. Lantas bagaimana performanya?

Kencang, Adem, dan Hemat Daya

Tidak seperti generasi sebelumnya, Clarkdale, yang tergolong panas. Intel melakukan pembenahan pada arsitektur Sandy Bridge yang membuat prosesor ini cukup dingin, meski terus digeber pada kecepatan yang tinggi.

Intel Core i7-2600K memang terlahir dengan kecepatan 3,4 GHz dan secara otomatis bisa meningkat hingga 3,8 Ghz berkat fitur Turbobost. Namun jika dirasa belum cukup, prosesor ini masih bisa digeber lebih kecang karena memiliki multiplier yang tidak dikunci.

pendingin

Hanya dengan pendingin bawaan, produk ini bisa mencapai 4Ghz lebih dengan mudah. Bahkan jika ingin lebih serius, bisa ditingkatkan lagi dengan sistem pendingin yang lebih baik. Bahkan di beberapa kasus ada yang berhasil tembus hingga 5 Ghz.

detikINET coba sandingkan prosesor ini dengan motherboard, GigaByte GA-P67A-UD4 yang menggunakan chipset Intel P67 Express. Hasilnya, melalui aplikasi CPU temperatur hanya berkutat pada angka 25-30 derajat dengan kondis, casing terbuka. Terpau sangat besar jika dibangdingkan Core i7 965 yang mencapai 50 derajat pada kondisi yang sama.

Beberapa pengujian pun Intel Core i7-2600K lebih unggul dari Core i7 965. Meski tak terpaut jauh, namun performanya patut diacungkan jempol mengingat perbedaan harga yang nyaris 2 kali lipat di pasaran.

Untuk catu daya, prosesor ini akan memakan sekitar 75 watt pada kondisi idle dan meningkat hingga 140 watt pada kondisi beban maksimal. Jadi sudah sepantasnya pengguna memakai power suplly dengan kapasitas di atas 500 Watt.

3dmark06

Performa

Rasanya memang belum afdol jika tidak mengukur performa Core i7-2600K dengan berbagai aplikasi pengujian. Sebagai bahan pertimbangan, detikINET tidak hanya melakukan benchmark sintetis, melainkan juga dengan kalkulasi rumit melalui Microsoft Excel.

Pada 3DMark 06, skor CPU yang berhasil ditorehkan Core i7-2600K mencapi 6681. Lebih unggul dari Core i7 965 yang hanya mendapat 5670. Sebagai catatan, Core i7 965 memiliki 4 core (8 thread), 3,2Ghz, dan sudah mengusung triple channel.

Dari hasil ini sudah terlihat jika performa tiap core di arsitektur Sandy bride ini terbilang baik, cukup pantas dengan banderol harga yang diberlakukan.

Selain pada 3DMark 06, hasil serupa juga didapat pada pengujian lain seperti CineBench, 3DMark Vantage, dan PC Mark Vantage.

vantage

Selain melalui aplikasi benchmark di atas, detikINET juga sedikit bermain dengan kemampuan mengolah file video yang menjadi salah satu andalan produk ini.

Mengkonversi format Mov ke MKV pada resolusi 1080 pixel membutuhkan waktu sekitar 3 menit 42 detik tanpa menggunakan GPU encoding. Itu untuk video berdurasi 5 menit dengan ukuran sekitar 400MB.

Selain itu, pengujian juga dilakukan dengan simulai perhitungan table di Microsoft Excell menggunakan file Montecarlo dan Number Crunch. Hasilnya, setelah 3 kali pengujian Core i7-2600K mendapatkan angka 11 detik untuk Montecarlo dan 3401 milidetik untuk Number Crunch.

Kesimpulannya, Core i7-2600K mampu memberikan nilai lebih berkat performa yang dahsyat dan harga yang kompetitif. Meski sempat diterpa kabar kurang sebab dengan chiptset pendukung yang tidak berfungsi baik, namun prosesor ini tetap pantas menjadi rujukan para penggila komputer yang mementingkan performa.

Di pasaran, Intel Core i7-2600K dibanderol pada kisaran harga Rp Rp 2,9 juta. Sedangkan beberapa seri di bawahnya seperti, Core i7 2600, Core i5 2500, Core i5 2400, Core i5 2300 dipatok mulai dari Rp 1,6 juta hingga Rp 2,6 juta.

corei72600k-2

Spesifikasi:
Proseor: Intel Core i7-2600K
TDP: 95W
Core/Thread: 4/8
Kecepatan: 3,4Ghz
Turbobosst: 3,8Ghz
L3 cache: 8MB
Socket: LGA 1155

Hasil Benchmark:
3DMark 2006: 6681
3Dmark Vantage: 23421
Montecarlo: 11,3 detik
Number Crunch: 3401 milidetik

ntel Sandy Bridge i7-2600K Retail Overclocked

Prosesor baru Intel, dengan codename Sandy Bridge, adalah prosesor yang memiliki arsitektur baru dan dibuat menggunakan proses produksi 32nm. Banyak rumor simpang-siur yang mengatakan bahwa prosesor Sandy Bridge susah untuk dioverclock karena limitasi arsitekturnya, namun apakah hal itu 100% benar? Mari kita serahkan saja hal ini kepada JagatReview OC Team. Mereka akan menguji secara singkat overclockability dari Sandy Bridge i7-2600K.

Disclaimer : Proses overclocking yang dilakukan disini menggunakan BIOS Engineering sample , Limitasi clock pada Sandy Bridge sendiri bergantung 99% pada kualitas CPU yang digunakan , maka dari itu hasil pencapaian clockspeed yang ada pada artikel ini bisa saja berbeda dengan hasil yang anda capai.

Platform Pengujian

  • CPU : Intel Core i7-2600K (Retail D2 stepping)
  • Motherboard : Gigabyte P67A-UD7, F6x BIOS
  • RAM : G.Skill PerfectStorm DDR3-2200C8 2x2GB
  • VGA : MSI GT430 1GB DDR5
  • HDD : Seagate 250GB SATA
  • PSU : CoolerMaster SilentPro Gold 800W
  • CPU Cooler : Noctua NH-D14

BIOS Setting

Berikut ini setting BIOS yang digunakan :

  • Base Clock : 100Mhz(Default)
  • DRAM Frequency : DDR3-1600Mhz & DDR3-1866Mhz
  • DRAM Timing : Auto
  • CPU Voltage = 1.6 V
  • CPU IO Voltage = 1.3V
  • System Agent Voltage = Auto
  • DRAM Voltage = 1.65V

i7-2600K + Noctua NH-D14 = 5.4Ghz

Hasil sesi overclocking Sandy Bridge cukup mengejutkan kami semua : prosesor i7-2600K yang digunakan Jagat OC Team mampu menjalankan benchmark dengan clockspeed diatas 5Ghz dengan ‘hanya’ menggunakan pendingin HSF Noctua NH-D14 !

i7-2600K ini sanggup menjalankan berbagai benchmark multi-thread seperti Cinebench R11.5, 3DMark Vantage CPU Test, dan 3DMark 11 Physics Test dengan clockspeed 5.2Ghz, dan masih sanggup menjalankan benchmark single-thread seperti SuperPI dan PiFast di clock 5.4Ghz!